Cara mensitasi Jurnal dan mebuat daftar pustaka secara otomatis

Resume Jurnal Agribisnis

Agribisnis
Agribisnis merupakan suatu sistem yang apabila dikembangkan harus terpadu dan selaras dengan semua subsistem yang ada didalamnya. Fungsi-fungsi agribisnis terdiri atas kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi, kegiatan produksi primer (budidaya), pengolahan (agroindustri), dan pemasaran. Fungsi-fungsi tersebut menjadi subsistem dari sistem agribisnis (Sa’id dan Intan, 2001:19). Menurut Ikhsan Semaoen (1996 dalam Siagian, 2003:1) agribisnis adalah suatu kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor agribisnis, mencakup perusahaan-perusahaan pemasok input agribisnis (upstream-side industries), penghasil (agricultural-producing industries), pengolah produk agribisnis ( downstream-side industries), dan jasa pengangkutan, jasa keuangan (agri-supporting industries). Agribisnis adalah sifat dari usaha yang berkaitan dengan agribisnis (agro-based industries) yang berorientasi pada bisnis (business), yaitu yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan (commercial oriented). Istilah yang agak dekat dengan agribisnis adalah agroindustri, yang mencakup industri-industri yang berkaitan dengan sektor agribisnis dalam arti luas; terdiri dari usaha agribisnis itu sendiri dan industri-industri yang mendukung dari sisi hulu (backward industry) dan sisi hilir (forward industry)(Hajar & Ma’arif, 2013).

Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian
Didalam Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 16 Tahun 2006 Pasal 1 ayat (2), yang dimaksud dengan penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong serta mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Pada Pasal 2 dinyatakan bahwa penyuluhan diselenggarakan berasaskan demokrasi, manfaat, kesetaraan, keterpaduan, keseimbangan, keterbukaan, kerjasama, partisipatif, kemitraan, berkelanjutan, berkeadilan, pemerataan, dan bertanggung gugat. Model komunikasi konvergensi atau dapat dikatakan komunikasi interaktif, bersifat dua arah timbal balik (relasional) dan partisipatif, baik vertikal maupun horizontal. Pemanfaatan model tersebut dalam penyuluhan pembangunan pertanian, sangat memungkinkan terakomodasinya kebutuhan petani dalam program-program yang ditawarkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dengan demikian, kepentingan pemerintah (pusat dan daerah) selaku pemrakarsa program pembangunan dapat dipadukan dengan kepentingan dan permasalahan petani sesuai dengan potensi lingkungannya. (Ipb, 2015).

Sumberdaya Komunikasi
Sumber daya komunikasi mencakup: tenaga, biaya, fasilitas dan peralatan, bahan-bahan, dan media komunikasi. Sumberdaya komunikasi yang dominan menentukan efektivitas komunikasi yaitu manusia, karena sumberdaya lain yang berupa perangkat lunak (soft ware) dan keras (hard ware) semuanya dibawah kendali kompetensi manusia yang terlibat dalam proses komunikasi. Sumberdaya manusia yang terlibat dalam proses komunikasi antara lain: perancang soft ware dan hard ware, perancang strategi komunikasi, pengemas pesan komunikasi, komunikator sebagai penyampai pesan, dan komunikan sebagai penerima pesan. Sumberdaya manusia komunikasi haruslah orang-orang yang memiliki kompetensi komunikasi, yang meliputi: terampil berkomunikasi, terampil mengemas dan menyampaikan pesan, terampil memilih dan memanfaatkan media, memahami keadaan sasaran (khalayak), dan mampu mengoptimalkan peran sumberdaya lain untuk menunjang komunikasi yang efektif(Ipb, 2015).

Efektivitas Komunikasi
Secara umum, komunikasi dinilai efektif bila pesan yang disampaikan dan yang dimaksud oleh pengirim atau sumber berkaitan erat dengan pesan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima (Goyer dalam Tubbs dan Moss, 1996). Guna mengetahui efektivitas komunikasi, ada lima indikator yang dapat dijadikan ukuran, yaitu: pemahaman, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan (Tubbs dan Moss, 1996). Sedangkan Hardjana (2000) melihat efektivitas komunikasi dengan membandingkan antara apa yang dimaksud atau yang seharusnya menurut sistem dengan apa yang senyatanya terjadi. Kriteria efektivitas komunikasi dinilai berdasarkan enam indikator, yaitu: penerima atau pemakai (receiver or user), isi pesan (content), ketepatan waktu (timing), media komunikasi (media), format (format), dan sumber pesan (source)(Ipb, 2015).

Teori Produksi dan Faktor-Faktor Produksi
Menurut(Ambarawati, I Kadek Agus Bisena & Astiti, 2015)Teori produksi merupakan teori yang mempelajari berbagai macam imput pada tingkat teknologi tertentu yang menghasilkan sejumlah output tertentu (Sudarman dalam Wiwit (2006)). Teori produksi mempunyai sasaran untuk menentukan tingkat produksi yang optimal dengan sumber daya yang dimiliki Dalam mencapai keuntungan yang maksimal, produsen tidak dapat mempengaruhi harga di pasar dalam menawarkan barangnya. Untuk itu ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1.     Menekan biaya seminimal mungkin pada faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
2.     Memaksimalkan tingkat produktifitas dari faktor produksi yang digunakan.
Dalam usaha untuk mencapai keuntungan yang maksimal, ada dua keputusan yang harus diambil oleh produsen, antara lain:
1.     Berapa output yang harus dihasilkan.
2.     Berapa dalam kondisi yang bagaimana faktor produksi yang digunakan.

Analisis Usahatani
Analisis usaha tani bertujuan untuk mencari titik-titik tolak untuk memperbaiki hasil usaha (result) dari usaha tani (Nuraieni, (2001)). Untuk dapat melakukan analisis usaha tani ini kita harus menghitung biaya-biaya dan output yang diperoleh dari cabang usaha tani yang dilakukan. Pembagian usaha dalam usaha tani terdiri dari sebagai berikut: Biaya tetap (fixed costs), Biaya variabel atau biaya berubah-ubah (variable costs).

a. Faktor Pemasaran
Perusahaan dalam menetapkan kebijaksanaan harga, selain menggunakan pertimbangan biaya operasional dan laba yang diinginkan juga mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh pesaing, sehingga konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing. Menurut (Rufaidah & Dkk, 2008)Fungsi pemasaran menggambarkan kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilakukan dalam proses penyaluran barang dan jasa tersebut dari produsen ke konsumen. Fungsi-fungsi pemasaran dapat dikelompokkan atas tiga fungsi, yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas.
1.     Fungsi Pertukaran
Fungsi pertukaran meliputi fungsi pembelian dan fungsi penjualan.
2.     Fungsi Fisik
Fungsi fisik meliputi kegiatan penyimpanan, pengangkutan dan pengolahan.
3.     Fungsi Fasilitas
Fungsi fasilitas meliputi fungsi pembiayaan dan penanggulangan resiko.


b. Faktor Sumber Daya Manusia
Perusahaan selama ini menciptakan hubungan yang baik antara pimpinan dengan karyawan maupun antar sesama karyawan dengan tujuan untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan agar karyawan dapat bekerja secara efektif, serta untuk meningkatkan loyalitas karyawan. Pembagian tenaga kerja disesuaikan dengan keterampilan dan keahlian agar meningkatkan produktivitas perusahaan. Tenaga kerja di daerah sekitar perusahaan banyak tersedia sehingga upahnya murah, tetapi tenaga kerja ahli di perusahaan masih sangat terbatas terutama pada unit peternakan(Sinollah, 2012).

c. Faktor penelitian dan Pengembangan
Perusahaan memiliki informasi yang berhubungan dengan kepuasan serta produk yang diminati konsumen. Kebijakan penelitian dan pengembangan pada umumnya hanya berdasarkan masukan-masukan dari agen maupun loper, dan belum dilakukan riset pemasaran secara lebih mendalam(Sinollah, 2012).

d. Faktor Keuangan
Analisis faktor keuangan dapat digunakan sebagai ukuran sajauh mana efektivitas dan profitabilitas perusahaan. Laba penjualan produk yang cukup besar sangat mendukung ketersediaan modal dan kondisi keuangan perusahaan(Sinollah, 2012).

e. Faktor Produksi
Letak unit pengolahan di pusat kota namun tidak terlalu jauh dengan sumber bahan baku(Sinollah, 2012).

Bagian yang diterima petani (farmer’s share)
Farmer’s share merupakan bagian yang diterima petani terhadap harga yang dibayar konsumen akhir yang diterima petani merupakan harga beli di tingkat pedagang pengumpul dan harga yang dibayar konsumen pada tingkat pengecer ,demikian juga pada tingkat pedagang besar dan pedagang eksportir farmer’s share dari lembaga pemasaran(Rufaidah & Dkk, 2008).





DAFTAR PUSTAKA

Ambarawati, I Kadek Agus Bisena, I. G. A. A., & Astiti, N. W. S. (2015). Analisis Finansial Budidaya Pembibitan Lele : Studi Kasus pada Kelompok Tani Unit Pembibitan Rakyat Mina Dalem Sari di Kota Denpasar Pendahuluan Kajian Pustaka, 3(1), 1–13.

Hajar, E. F., & Ma’arif, S. (2013). POLA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERIKANAN WILAYAH PESISIR KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAKH, 2(3), 378–387.

Ipb, L. K. (2015). MANAJEMEN AGRIBISNIS, 3(1), 1–16.

Rufaidah, E., & Dkk. (2008). ANALISIS PEMASARAN BUAH DUKU DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (OKI) SUMATERA SELATAN, 7(55), 24–40.

Sinollah. (2012). ANALISIS PENGEMBANGAN DAN SALURAN DISTRIBUSI SUSU SAPI DI PERUSAHAAN KARUNIA KEDIRI, 12(1), 51–67.




Berikut adalah cara menggunakan aplikasi mendeley untuk mesitasi beberapa jurnal dan mebuat daftar pustaka secara otomatis :

1.     Buka Aplikasi mendeley, kemudian add files untuk menambahkan jurnal yang aka di sitasi.



2.     Pilih Jurnal yang ingin disitasi. Kemudian klik Open.



3.     Koreksi jurnal yang akan disitasi. Mulai judul, penulis, tahun, volume, nomer, abstrak, dan key words.


4.     Setelah itu copy bagian jurnal yang ingin disitasi.


                        
5.     Setelah dicopy pada Microsoft word, pilih references kemudian insert citation.


6.     Akan muncul pilihan jurnal pada aplikasi mendeley, pilih judul jurnal sesuai kata-kata yang sudah dicopy pada Microsoft word.



7.     Untuk pembuatan daftar pustaka, pilih insert bibliography.


8.     Daftar pustaka akan muncul secara otomatis sesuai jumlah jurnal yang dimasukkan pada aplikasi mendeley.

Komentar