PAPER PENGANTAR ILMU PERTANIAN
PERKEMBANGAN PERTANIAN
DI MESIR
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
Ahmad Barisi 140321100056
Widi Dwi Lestari 170321100001
Rika Sulistyowati 170321100009
Mauli Sofi Agustin 170321100013
Diana 170321100051
Nadhiatur Rokhmah 170321100053
Putri Devi Astutik 170321100055
Levi Larasati Kusuma 170321100069
Dioskurri Masosendifu 170321100087
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat_Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bangkalan, 06 Desember 2017
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
i DAFTAR ISI
ii BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Keadaan Sektor pertanian di Mesir
2.2 Grafik Perkembangan Pertanian di Mesir BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Mesir terletak di timur laut Benua Afrika. Mesir memiliki luas 1.001.450 K mencakup Semenanjung Sinai dan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan adalah Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mesir dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki suhu dan terik matahari tertinggi di dunia dengan suhu rata-rata pada Mei – September mencapai 38oC. Pada musim panas, untuk daerah-daerah gurun, suhunya antara 7 – 43oC, dan bahkan di musim dingin mencapai 0oC. Curah hujan di negeri ini relatif rendah dengan rata-rata 18 mm per tahunnya yang berkisar dari 0 mm di daerah gurun hingga 200 mm di daerah utara pesisir Laut Tengah. Mesir dikenal pula sebagai salah satu Negara agraris yang tetap mempertahankan praktek-praktek dan kegiatan pertanian tradisionalnya, misalnya pengairan dengan cara menampung atau mengumpulkan air hujan, aplikasi pupuk organik, rotasi tanaman dan intensifikasi pertanian. Sektor pertanian Mesir menyumbangkan 17% perekonomian negara Mesir. Meskipun didominasi wilayah gurun, namun Mesir mendapatkan berkah dari adanya aliran Sungai Nil yang menyuburkan kawasan lembah dan deltanya. Mesir terkenal sebagai penghasil kapas, gandum, kurma, zaitun, dan serat papyrus (bahan baku kertas). Seiring dengan dibangunnya proyek raksasa bendunein Aswan, maka pertanian Mesir semakin maju. Saat ini produk , pertaniannya semakin berkembang dengan menghasilkan ,berbagai jenis,buah-buahan, sayuran, padi, tebu, dan,rumput-rumputan untuk makanan ternak. Selain sebagai petani, masyarakat tradisional Mesir juga banyak yang hidup dari beternak secara nomaden. Jenis hewan ternak yang dikembangkan secara tradisional adalah domba, biri - biri, dan unta.
1.2 Rumusan Masalah Bagaimana sektor perkembangan pertanian di Mesir? Apa saja Komoditas pertanian yang berkembang di Mesir?
1.3 Tujuan Untuk mengetahui bagaimana perkembangan pertanian di Mesir Untuk nengetahui komoditas apa saja yang berkembang di Mesir
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Keadaan Sektor pertanian di Mesir Letak geografis Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan adalah Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.Berdasarkan letak astronomisnya Mesir terletak di antara 22° LU-31,5° LU dan 25° BT-36° BT. Secara geografis, Mesir terletak di Benua Afrika bagian utara di antara Laut Tengah dan Laut Merah. Luas wilayah Mesir ±1.500.000 k. Mesir merupakan negara agraris yang mendorong penduduk mesir untuk bercocok tanam. Para petani di Mesir disebut Fellah atau Felaitin. Akan tetapi, sebagian besar tanah pertanian di Mesir dikuasai oleh tuan tanah. Setelah dibangun bendungan-bendungan pertanian Mesir berkembang pesat. Hal ini disebabkan karena Mesir mendapatkan berkah dari adanya aliran Sungai Nil yang menyuburkan kawasan lembah dan deltanya. sektor pertanian menyumbangkan 17% perekonomian negara Mesir. Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan dan prioritas utama dalam pembangunan. Total area pertanian pada tahun 2006 mencapai kurang lebih 8.47 juta feddans (1 feddans=0.42 Ha) dan proyek-proyek pembangunan secara vertikal sudah ditargetkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga diharapkan sama produktivitasnya dengan 14,6 juta feddans. Mesir telah menerapkan berbagai teknologi pertanian moderan yaitu mekanisasi pertanian, cold storage, dan mesin penangkap energi surya. Akan tetapi, Mesir tetap mempertahankan praktek-praktek dan kegiatan pertanian tradisionalnya, misalnya pengairan dengan cara menampung atau mengumpulkan air hujan, aplikasi pupuk organik, rotasi tanaman, dan intensifikasi pertanian. Komoditas utama pertanian yang dikembangkan untuk daerah-daerah subur adalah barley dan gandum untuk pembuatan roti--sebagai bahan makanan pokok masyarakatnya--jagung, kapas, kentang, dan padi. Bawang merah, bawang putih, terong, buncis, kol, mentimun, adalah sebagian jenis sayuran yang hanya ditanam pada lahan yang tidak terlalu luas. Tanaman rami banyak dimanfaatkan untuk minyak dan membuat bahan tekstil linen. Sedangkan buah-buahan yang dibudidayakan adalah anggur, kurma, dan sitrus. Mesir didominasi oleh gurun. Namun untuk beberapa wilayah gurun pasir dan pembukaan tanah-tanah pertanian yang baru, para petani berupaya untuk mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki daya jual yang tinggi utamanya untuk eksport, seperti: tanaman herbal, biofarmaka, buah, dan sayuran. Sebagian petani pun sudah menerapkan pertanian organik pada lahan pertaniannya dengan tujuan meningkatkan kualitas produksi, ramah lingkungan yang mengarah pada kualitas hidup konsumen. Dengan penerapan sistem pertanian organik seperti ini, memudahkan pelaku pertanian untuk memperoleh sertifikat dan kemudahan mengakses pasar internasional dan mempromosikan kegiatan perdagangannya. Departemen Pertanian negara tersebut sudah banyak memfasilitasi petani yang sebagian pendanaannya didukung oleh negara-negara pendonor baik dibidang ekonomi maupun pemberdayaan masyarakat di perdesaan, dengan cara meningkatkan ketrampilan dan kemampuan para pelaku pertanian. Penanggulangan dan pemberdayaan masyarakat miskin, yakni sekitar 10,7 juta (17% dari jumlah populasi) masih menjadi prioritas utamanya. Program kegiatan yang dilakukan antara lain adalah: peningkatan pendapatan masyarakat perdesaan melalui perbaikan teknik budidaya pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Secara lebih spesifik, beberapa teknik pertanian yang sudah diintroduksikan kepada petani adalah dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi, penerapan manajemen tanah dan air secara lebih baik, praktek-praktek pertanian organik, agroekosistem, kesehatan lingkungan dan upaya-upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati sekaligus memfasilitasi dalam membuka saluran pemasaran yang dapat diakses oleh petani kecil sehingga memiliki peluang yang sama dalam mengakses pasar domestik maupun global. Permasalahan utama yang masih dihadapi masyarakat petani di Mesir adalah terbatasnya lahan yang subur (3,3 juta Ha) dan ketersediaan air. Kegiatan pertanian menggunakan hampir 80 persen air yang sebagian besar tersedia pada Sungai Nil. Kebanyakan daerah, hanya memperoleh sedikit atau curah hujan yang kurang efektif. Hal ini mendorong Pemerintah untuk membuat kebijakan pertanian dan program-program penelitian yang mengarah pada peningkatan produksi melalui intensifikasi, efisiensi sarana produksi pertanian, menekan pengaruh negatif lingkungan, efetivitas dan efisiensi pengelolaan sumberdaya alam dan manusia. Kebijakan ini diperkuat pula dengan membangun irigasi (termasuk membuat water tank, cystern, dsb), infrastruktur di perdesaan juga pemberian kredit pertanian dengan bunga rendah (6-8% per tahun). reformasi pertanian yang sudah dilakukan Pemerintah Mesir antara lain adalah mengurangi kontrol pada harga input dan output pertanian, mengurangi struktur kuota hasil dan sistem distribusi pertanian, mengurangi campur tangan pemerintah dalam penentuan pola tanam, privatisasi baik perdagangan pertanian baik domestik dan ekspor, utamanya untuk beras, kapas, dan gula tebu. (Ajat Jatnika).
2.2 Grafik Perkembangan Pertanian di Mesir PDB (Product Domestic Bruto) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang di produksi oleh suatu negara pada periode tertentu. Berdasarkan diagram diatas dapat disimpulkan bahwa PDB Negara Mesir beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang fluktuatif. Dan mencapai puncaknya pada tahun 2014. Interpretasi perkembangan pertanian Mesir yaitu pada bulan Juli 2014 mengalami peningkatan dari 5,1% ke 5,6%. Pada bulan Januari mengalami penurunan yang begitu drastis yaitu dari 5% ke 3,3%. Dari bulan Juli 2014 hingga Januari 2015 mengalami penurunan sebanyak 0,6%. Dari bulan Januari 2015 sampai Juli 2015 tidak mengalami peningkatan maupun penurunan. Pada bulan Juli 2016 mengalami peningkatan dari 3.3% ke 5,1%. Pada bulan Januari 2016 mengalami penurunan dari 4% ke 3,6%. Dari bulan Juli 2015 hingga Januari 2016 mengalami penurunan 1,1%. Pada bulan Juli 2016 mengalami peningkatan dari 2,35 ke 3,4% sehingga dari bulan Januari 2016 hingga Juli 2016 mengalami penurunan sebanyak 1,3%. Sedangkan dari bulan juli 2016 hingga Juli 2017 mengalami peningkatan sebanyak 1,5%.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan Paper ini dapat disimpulkan bahwa mesir merupakan negara yang didominasi oleh gurun. Namun, Mesir juga termasuk kepada bagian negara agraris sehingga memicu penduduk untuk bercocok tanam. Pendorong pertanian di Mesir dipicu oleh adanya sungai Nill sehingga membuat Mesir berkembang pesat di sektor pertanian. Mesir terkenal sebagai penghasil kapas, gandum, kurma, zaitun, dan serat papyrus (bahan baku kertas). Dari pembahasan diatas telah diketahui bahwa sektor pertanian menyumbangkan 17% perekonomian negara Mesir. sektor pertanian di mesir mengalami perkembangan pesat pada tahun 2014, Negara Mesir memiliki hasil produk pertanian berupa: kapas, tebu, padi, jagung, gandum, gula, kurma dan minyak zaitun. Di negara mesir juga memiliki sektor peternakan dimana ternak yang dipelihara adalah jenis hewan ternak besar yaitu : domba, biri-biri dan unta. Sektor pertambangn ,juga mendukung perkembangan negara mesir adapun pertambangan dinegara mesir yang telah berkembang antara lain: minyak bumi, fosfat, mangan, dan bijih besi.
3.2 Saran Setelah memahami isi peper ini penulis berharap para pembaca bisa memahami sektor pertanian di Mesir. Penulis menyadari bahwa peper ini masih jauh dari kata sempurna. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan agar kedepannya bisa menyusun peper lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Widodo, Slamet Drajat. 2005. Modul 1: Sistem Pertanian. LUHT4218. Yuda. 2012. Sektor Pertanian Mesir. http://yadyuda.files.wordpress.com/2012/11/mesir-2.pdf (8 Desember 2017: 12;19).
Makalah ini untuk memenuhi tugas pengantar ilmu pertanian.
Komentar
Posting Komentar